Education

Checklist Pemeliharaan Properti Sewa: Jangan Tunggu Rusak Baru Diperbaiki

Artha15 September 20263 menit baca
Checklist pemeliharaan properti sewa Artha Rooms

Checklist Pemeliharaan Properti Sewa: Jangan Tunggu Rusak Baru Diperbaiki

Keran mulai menetes, stop kontak longgar, talang tersumbat, atau dinding mulai lembap sering terlihat seperti masalah kecil. Namun jika dibiarkan, kerusakan sederhana dapat berkembang menjadi pekerjaan perbaikan yang lebih besar dan mengganggu penghuni.

Karena itu, pemilik kos, kontrakan, apartment, villa, maupun properti sewa lainnya sebaiknya tidak hanya memperbaiki fasilitas ketika ada keluhan. Buat sistem pemeriksaan rutin agar masalah dapat diketahui lebih awal.

Mengapa pemeliharaan rutin penting?

Pemeliharaan bukan sekadar membuat properti terlihat rapi. Tujuannya adalah menjaga kondisi bangunan dan fasilitas selama digunakan.

PP Nomor 16 Tahun 2021 mengatur pemeliharaan dan perawatan Bangunan Gedung. Lingkupnya mencakup komponen arsitektural, struktural, mekanikal, elektrikal, tata ruang luar, dan tata gerha.

Sumber: PP Nomor 16 Tahun 2021.

1. Periksa instalasi air dan sanitasi

Kebocoran kecil termasuk masalah yang mudah terlewat. Periksa secara rutin:

  • Keran dan shower yang menetes.
  • Pipa atau sambungan yang bocor.
  • Toilet yang terus mengalir setelah digunakan.
  • Saluran pembuangan yang mulai lambat.
  • Area dinding atau plafon yang terlihat lembap.

Catat lokasi masalah dan tanggal ditemukannya agar tindak lanjut tidak hanya bergantung pada ingatan.

2. Periksa instalasi dan perlengkapan listrik

Pemeriksaan sederhana dapat dimulai dari kondisi yang terlihat oleh pengelola atau penghuni.

  • Stop kontak yang longgar atau rusak.
  • Saklar yang tidak bekerja normal.
  • Lampu area bersama yang mati.
  • Kabel atau perlengkapan listrik yang terlihat rusak.
  • Peralatan yang menunjukkan kondisi tidak normal.

Untuk pemeriksaan atau pekerjaan teknis kelistrikan, gunakan tenaga yang memiliki kompetensi sesuai pekerjaan yang diperlukan.

3. Cek atap, plafon, dinding, pintu, dan jendela

Perhatikan perubahan kondisi fisik bangunan, terutama setelah hujan deras atau cuaca ekstrem.

  • Bekas rembesan pada plafon.
  • Dinding lembap atau cat mengelupas.
  • Retakan baru yang muncul.
  • Pintu dan jendela yang sulit dibuka atau dikunci.
  • Kerusakan pada atap atau talang yang terlihat.

Jika ditemukan kondisi yang mengarah pada masalah struktur atau keselamatan bangunan, jangan hanya memperbaiki tampilannya. Mintalah pemeriksaan oleh pihak yang kompeten.

4. Periksa fasilitas kamar

Jika kamar dilengkapi inventaris, masukkan kondisinya ke checklist pemeliharaan.

  • AC atau kipas.
  • Lampu.
  • Kunci pintu.
  • Kasur dan furnitur.
  • Peralatan kamar mandi.
  • Peralatan tambahan milik properti.

Dengan pencatatan yang konsisten, pemilik dapat membedakan fasilitas yang masih baik, perlu diperbaiki, atau sudah waktunya diganti.

5. Jangan lupakan area bersama

Koridor, tangga, parkir, halaman, dapur bersama, tempat sampah, dan area lainnya juga perlu diperiksa.

Perhatikan pencahayaan, kebersihan, kondisi lantai, drainase, akses keluar-masuk, serta fasilitas yang digunakan bersama oleh penghuni.

6. Buat catatan maintenance sederhana

Checklist saja belum cukup. Setiap masalah sebaiknya memiliki catatan tindak lanjut.

Minimal simpan informasi berikut:

  • Tanggal pemeriksaan.
  • Properti dan nomor kamar.
  • Masalah yang ditemukan.
  • Tingkat prioritas.
  • Tindakan yang diperlukan.
  • Tanggal perbaikan.
  • Biaya perbaikan.
  • Status selesai atau belum.

Gunakan prioritas, jangan hanya urutan laporan

Tidak semua masalah mempunyai tingkat kepentingan yang sama. Pengelola dapat membaginya secara sederhana menjadi tiga kelompok:

  • Segera: berpotensi berkaitan dengan keselamatan atau membuat fasilitas utama tidak dapat digunakan.
  • Terjadwal: perlu diperbaiki tetapi masih dapat direncanakan.
  • Pemantauan: belum membutuhkan perbaikan tetapi kondisinya perlu diperiksa kembali.

Dengan sistem seperti ini, pengelola tidak sekadar memiliki daftar keluhan, tetapi juga mengetahui pekerjaan mana yang harus didahulukan.

Buat jadwal yang sesuai dengan kondisi properti

Tidak semua komponen harus diperiksa dengan interval yang sama. Frekuensi pemeriksaan dapat disesuaikan dengan umur bangunan, intensitas penggunaan, kondisi fasilitas, rekomendasi produsen, serta ketentuan teknis yang berlaku.

Untuk pemeriksaan teknis Bangunan Gedung, PP Nomor 16 Tahun 2021 juga mengatur pemeriksaan berkala sesuai standar teknis. Karena klasifikasi bangunan dan kewajibannya dapat berbeda, pemilik sebaiknya memeriksa ketentuan yang berlaku untuk bangunannya melalui SIMBG atau instansi daerah terkait.

Sumber informasi resmi: SIMBG Kementerian Pekerjaan Umum.

Kesimpulan

Pengelolaan maintenance yang baik dimulai sebelum kerusakan menjadi besar. Buat checklist, lakukan pemeriksaan secara konsisten, catat masalah, tentukan prioritas, dan dokumentasikan setiap perbaikan.

Jika mengelola banyak kamar atau properti, pencatatan terpusat menjadi semakin penting. Data penghuni, kamar, pembayaran, dan administrasi properti dapat dikelola melalui Artha Rooms, sementara catatan maintenance dapat dijadikan bagian dari SOP operasional pengelolaan properti Anda.

#kost#owner kost#SOP#manajemen kos